Puisi Ini Untukmu



Siapakah daku?
berani menatap bola mata sejernih embun
membuat angan terbang tak berarah
menembus batas-batas cakrawala.
Asa, perlahan muncul.
Mengharap, engkau memalingkan wajah, menatapku.
Entah kapan, asa itu tak pernah padam.
Semakin membara.
Harapku, biarlah bara itu abadi.
Jangan kau siram air es!
Biar aku berilusi, biar aku terus merajut benang-benang harapan
Harapan akan kasihmu.
Harapan akan tatapan lembutmu.
Dan, harapan akan dirimu.

Balikpapan, 25 September 2016

Comments

Popular Posts