Skip to main content

[Cernak] Liburan Alisa



“Ibu, liburan kali ini kita akan kemana?” tanya Alisa.
“Hmmm, bagaimana kalau kita mengunjungi nenek di Kulon Progo?” Ibu menjawab dengan balik bertanya kepada Alisa.
“Asyiiik, kita akan liburan ke desa!” Alisa berseru riang.
Alisa adalah seorang anak berumur sembilan tahun. Ia tinggal di Jakarta bersama ayah dan ibunya. Saat ini Alisa duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Hari ini Alisa menerima rapor dan libur selama dua minggu. Oleh karena itu, Alisa akan mengunjungi neneknya yang tinggal di Kulon Progo.
“Kapan kita berangkat, Bu?” tanya Alisa dengan tidak sabar.
“Lusa kita akan berangkat, Alisa,” jawab ibu.
Alisa tampak senang dan bersemangat menata pakaian yang akan dibawa berlibur. Ia juga membawa beberapa mainannya.
Hari yang dinantikan tiba. Alisa dan ibu berangkat dengan kereta api. Mereka berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan akan turun di Stasiun Wates. Namun ayah tidak dapat ikut.
“Mengapa ayah tidak ikut liburan?” tanya Alisa.
“Nanti ayah menyusul, Alisa,” kata ibu.
“Iya, Sweetheart. Begitu dapat cuti, ayah akan segera menyusul,” jawab ayah.
“Baiklah, Yah. Alisa tunggu, ya.” Alisa memeluk dan mencium ayahnya kemudian segera naik ke gerbong kereta bersama ibunya.
“Daaah, Ayah!” Alisa melambaikan tangan ke ayahnya saat kereta perlahan mulai bergerak. Ayah balas melambaikan tangan.
Setelah kurang lebih delapan jam di perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah nenek. Alisa gembira sekali bertemu dengan neneknya. Dia juga senang karena ada sepupunya yang bernama Hana. Ia membayangkan akan melalui hari-harinya dengan seru di desa bersama Hana.
“Alisa, nenek mau menanam padi di sawah. Kamu mau ikut nggak? Hana ikut juga lho,” kata nenek.
“Ikut dong, Nek!” seru Alisa.
Alisa tampak bersemangat untuk menanam padi. Ini merupakan pengalaman pertama Alisa berada di sawah. Tadi Hana sedikit menjelaskan tentang menanam padi. Menanam padi disebut dengan istilah tandur. Kata Hana itu merupakan akronim dari kata nata mundur. Yang diartikan sebagai menanta dengan berjalan mudur. Memang ketika menanam padi orang akan menanamnya sambil berjalan mundur.
Alisa tampak kesusahan ketika menginjakkan kakinya di sawah. Kakinya seperti tersangkut sangkut. Sedangkan Hana tampak lincah berjalan di tanah berair itu. Karena melihat Hana sudah berjalan agak jauh, Alisa hendak menyusul. Alisa mencoba berlari.
“Hana, tunggu aku. Kukejar, kau!” teriak Alisa.
“Kejar saja!” Hana balas berteriak.
Dengan susah payah Alisa berhasil berlari. Ia tampak senang. Namun, belum juga Hana tersusul, tiba-tiba Alisa menjerit.
“Aaaaduuh!”
Hana menoleh dan mendapati Alisa terjatuh di tengah sawah. Seluruh tubuhnya penuh dengan bercak kecoklatan. Hana kemudian tertawa lepas.
“Hahahaha. Aduh Alisa lihatlah kau lucu sekali. Tubuhmu berubah menjadi coklat semua. Penuh dengan tanah,” kata Hana sambil memegangi perutnya menahan tawa.
Alisa tampak bersungut-sungut melihat kelakuan Hana. Kemudian Hana mendekat. Berniat untuk membantu Alisa berdiri. Hana mengulurkan tangannya. Namun Alisa justru menarik tangan Hana. Hana pun ikut terjatuh. Mereka terawa bersama.
Keseruan mereka berlanjut dengan saling melempar tanah. Mereka juga saling mengejar. Sekali dua kali kembali terjatuh. Namun mereka tidak peduli. Sungguh semakin seru saja permainan mereka.
Tanpa terasa sore telah tiba. Nenek meneriaki mereka agar berhenti bermain. Mereka pulang bersama sambil mendengarkan omelan nenek. Nenek terus saja berbicara tentang mereka yang bukannya membantu malah lebih banyak bermainnya. Meskipun mendapat omelan nenek, ia tetap gembira. Ia membayangkan nanti setelah usai liburan. Biasanya ia akan mendapat tugas menulis cerita selama liburan. Ia tidak perlu khawatir karena ia sudah mendapatkan bahan untuk ceritanya, yaitu “Pengalaman Pertama di Sawah”.

#cernak
Nb : boleh copas asalkan mencantumkan sumber.  Mari sama-sama menghargai karya orang lain!  😊

Comments

Popular posts from this blog

Hujan Abadi

Hujan! Aku benci hujan! Teramat benci. Saat arakan awan hitam perlahan datang, hatiku mulai menyumpah. Serapah tak pantas kukeluarkan meski hanya dalam hati. Dan tak berselang lama, langit menumpahkan semuanya ke bumi. Aku? Semakin menyumpah. Saat ini, aku tengah terjebak hujan. Membuat perjalananku terhambat. Aku tertahan di sebuah emperan toko. "Kenapa kau begitu benci dengan hujan?" kudengar seseorang berkata. Aku menoleh, kau bertanya padaku , batinku. Dia mengangguk. "Ya, aku bertanya padamu. Dari tadi kudengar kau menggerutu. Kau tahu? Itu sangat mengangguku," ujar laki-laki berwajah tirus itu. Aku jadi heran, bagaimana dia bisa mendengar apa yang kuucapkan dalam hati. Aku menghela napas, "orang lain tidak ada yang terganggu, kau saja yang berlebihan. Lagi pula aku mengucapkannya dalam hati. Salah siapa mencuri dengar kata hati orang lain." Aku berucap dengan ketus. Kulihat orang itu memcoba bersabar. "Suatu saat kau akan membutuhkanku! Ing...

Reviu Set Alat Makan Mungil Nan Murah

Hai Teman teman, Apa kabar? Aduh jangan bosan ya ditanya kabar terus. Hehe. Semoga kita semua dalam kedaan sehat dan baik-baik saja ya.. Beberapa teman bilang bahwa aku penyebar racun belanja. Duh aku hanya tertawa saja saat dibilang begitu. Aku sebenarnya bukan tipe yang sering belanja sih. Dan misal aku belanja pun biasanya memilih barang yang murah. Seperti barang yang akan aku reviu kali ini. Set alat makan yang cukup murah meriah. Bagaimana tidak, dengan membayar kurang dari tiga puluh ribu rupiah kita akan mendapatkan satu set alat makan. Piring, mangkok, gelas, garpu, sendok, dan sumpit. Awal mula sebelum aku memutuskan membeli set alat makan ini adalah, aku hanya punya satu piring, satu gelas, satu sendok, dan dua garpu. Kemudian aku merasa akhir-akhir ini jadi kekurangan tempat karena sering masak. Kemudian aku memutuskan membeli peralatan makan baru. Setelah beberapa waktu mencari, akhirnya aku menemukan alat set makan ini. Berbahan plastik wheat straw. Aku kurang t...

Belajar Cepat dan Menyenangkan

Kegiatan belajar sering dianggap membosankan bagi sebagian orang. Lalu, bagaimana caranya agar belajar menjadi menyenangkan dan mudah untuk menyerap materi yang dipelajari? Asalkan kita tahu caranya, pasti belajar menjadi mudah dan menyenangkan. Mari kita pelajari caranya! Rapikan Penampilan. Kerapian penampilan dan tempat belajar sangatlah penting. Karena penampilan dan tempat yang rapi akan membuat belajar terasa nyaman. Bayangkan saja kalau kita harus belajar di tempat yang berantakan. Pasti otak jadi ikut berantakan dan membuat kita cepat merasa bosan. Salah seorang Bapak Proklamator kita, Mohammad Hatta selalu berpenampilan rapi ketika sedang membaca buku. Bahkan beliau selalu mengenakan sepatu, jas dan lengkap dengan dasinya. Beliau berkata, “Membaca buku sama halnya dengan berhadapan langsung dengan sang profesor.” Nah, bagamana? Tentu lebih asyikkan kalau belajar dengan penampilan yang rapi. Musik. Musik sangat membantu dalam belajar. Mengapa demikian? karena musik...