Skip to main content

Cara Menyimpan Cabai

Haii teman-teman...
Jumpa lagi dengan aku. Hehe, semoga kalian tidak bosan ya..

Sesuai dengan judul, kali ini aku mau berbagi tentang cara menyimpang cabai.

Berhubung akhir-akhir ini aku lebih sering memasak sendiri, tentu saja aku memiliki beberapa bumbu. Salah satunya adalah cabai. Meskipun bukan pencinta pedas, tapi tetap saja aku membeli cabai. Buat sedikit rasa di masakan.

Aku membeli cabai di TukangSayur.co. Di sini dia menjual cabai per 250gr. Jumlah yang cukup banyak menurutku. Karena aku menggunakan cabai hanya sedikit-sedikit, cabai akan keburu busuk. Kemudian aku mendapat sebuah tips menyimpan cabai dari instagram. Untuk menyakinkan, aku memutuskan mencari tahu di Youtube. Kalau teman-teman mencari di Youtube, di sana bakal ada banyak video. Akan tetapi secara garis besar caranya hamper sama.

Berikut caranya.

  1. Bersihkan cabai dari gagangnya tanpa dicuci. Aku juga tidak tahu mengapa tidak dicuci terlebih dahulu.
  2. Letakkan cabai di wadah yang ada tutupnya, seperti kotak makanan. Oiya alasi bagian dalam wadah dengan tisu.
  3. Sebelum ditutup masukkan beberapa bawang putih kupas. Katanya bawang putih mengandung zat tertentu yang bisa membuat cabai menjadi awet.
  4. Tutup wadah dan simpan di dalam kulkas. Cabai akan bertahan hingga kurang lebih 2 minggu.
  5. Jangan lupa cek secara berkala, apabila ada yang terlihat sudah tidak segar atau mulai membusuk keluarkan dari wadah.

Selamat mencoba…


Comments

Popular posts from this blog

Tuladha Serat Pribadi | CONTOH SURAT PRIBADI BAHASA JAWA

Sumber gambar :  Pinterest Berikut ini adalah contoh surat pribadi dalam bahasa Jawa. tentu saja tulisan ini belum sempurna, saya tunggu kritik dan sarannya.  Kulon Progo, 04 Mei 2015 Bapak saha Ibu Wonteng ing Solo             Sembah sungkem pangabekti,             Lumantar serat punika, kula ngaturi uninga bilih kawontenan kula ing mriki tansah ginanjar wilujeng nir ing sambikala. Menggah panyuwunan kula dhumateng Gusti Allah SWT, mugi-mugi kawontenanipun Bapak saha Ibu ugi mekaten. Amin             Bapak saha Ibu ingkang kula bekteni, lumantar serat punika kula badhe caos kabar bilih kala wingi kula Juara II Lomba Cerkak se-Kabupaten Kulon Progo. Saha Insya Allah kula badhe wangsul dateng Solo benjang wulan Desember. Nyuwun pangestunipun mugi-mugi sedaya dipun paringi kalancaran.   ...

Kenapa Menulis Blog?

Haloo,  kawan-kawan.. Apa kabar?  Semoga dimanapun dan kapanpun kalian berada dalam keadaan yang tak kurang suatu apa pun.  Kalau masih ada yang kurang semoga dapat segera lengkap ya.. Mau sedikit berbagi nih.  Tentang kenapa aku menulis blog.  Sebenarnya alasan awal membuat blog ini adalah untuk menyalurkan ceritaku kepada orang banyak dan menjadi blog yang ramai dikunjungi orang.  Selain itu,  karena ingin dikenal.  Siapa sih yang tidak ingin terkenal.  Aku rasa hampir semua orang ingin dikenal kan?  Hanya saja dengan caranya masing-masing. Namun disayangkan,  aku tidak konsisten mengisi blog ini.  Mohon doanya ya kawan-kawan. Semoga semakin rajin mengisi blog ini dengan hal-hal bermanfaat.  Agar kawan-kawan dapat mengambil manfaat dari ceritaku. Sekian dulu ya kawans. . Sampai jumpa di cerita berikutnya.  Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di komentar.  Terima kasih.  Sampai jumpa.  ^_^

Aku Terluka

Aku terluka, berdarah-darah, Tersayat-sayat hatiku, tercabik-cabik menjadi kepingan-kepingan, Terbenam dalam lumpur kekecewaan, Hancur lebur tanpa sisa. Hancur sudah semua ilusi asa yang susah payah aku bangun, Hancur sudah kepercayaan yang perlahan ku susun. Yang tersisa tak lebih sekedar bubur yang tak berbentuk, berdarah dan bernanah. Menjijikkan. Aku tak ubahnya kucing dekil yang mengais tong sampah, berharap menemukan secuil asa. Namun harapanku sia-sia. Secuil asa itu kini terlempar jauh. Menjadi santapan anjing liar yang kelaparan   Hingga tak mampu aku meraihnya. Kulon Progo, 27 Maret 2015