![]() |
| Sumber gambar : Pinterest |
Suatu pagi, Kiki kucing sedang duduk di teras rumahnya. Kemudian
datanglah Titi tikus.
“Hai, Kiki!” sapa Titi.
“Halo, Titi! Kamu mau kemana?” tanya Kiki.
“Aku mau ke perpustakaan. Kamu mau ikut nggak, Ki?”
“Ah, tidak! Buat apa aku ke perpustakaan? Aku mau bermain di rumah saja,”
jawab Kiki.
“Ya sudah. Aku pergi dulu ya, Ki,” pamit Titi.
Titi meninggalkan Kiki yang asyik bermain dengan handphone. Sementara itu, Kiki semakin larut dengan permainan
barunya. Hingga ia lupa waktu.
Keesokan harinya, di sekolah.
Tiba-tiba Ibu Sisi, guru Kiki, memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya.
“Anak-anak, hari ini ibu akan
memberikan pertanyaan. Nanti yang dapat menjawabnya akan mendapat hadiah.” Kata
Ibu Sisi.
Anak-anak bersorak gembira. Titi
tampak bersemangat menunggu pertanyaan dari
Ibu Sisi. Sedangkan Kiki merasa gelisah. Ia tidak yakin apakah ia dapat
menjawab pertanyaan dari Ibu Sisi.
“Ayo kita mulai, anak-anak!
Pertanyaan pertama, sebutkan salah satu nama benua di bumi?” Bu Sisi memulai
pertanyaan.
“Benua Asia, Bu,” teriak Titi.
“Benua Eropa.”
“Benua Amerika.”
“Benua Australia.”
“Benua Afrika.”
Murid-murid Bu Sisi menjawab
pertanyaan dengan antusias. Tapi Kiki hanya diam saja. Ia tidak tahu nama-nama
benua.
“Baik, kita lanjutkan ke pertanyaan
kedua, apa nama samudera yang terletak di selatan Pulai Jawa?”
Titi dengan lantang menjawab, “Samudera Hindia, Bu.”
Teman-temanya tampak kecewa karena
melihat Titi berhasil menjawab pertama kali.
“Iya, benar sekali, Titi,” Bu Sisi memberikan tepuk tangan untu Titi,
“Pertanyaan ketiga, di laut manakah kita dapat mengapung dengan mudah karena
laut tersebut memiliki kandungan garam yang tinggi?”
Murid-murid Bu Sisi diam, mereka tidak tahu jawabannya. Namun tiba-tiba
Titi mengangkat tangan dan menjawabnya.
“Namanya Laut Mati, Bu.”
“Ya, tepat sekali! Beri tepuk tangan untuk teman kita, Titiii!”
Teman-teman Titi bertepuk tangan dengan riuh. Beberapa tampak memuji
kepandaian Titi.
“Hebat kamu, Ti!” Puji salah seorang temannya. Titi hanya tersenyum
berterima kasih. Kemudian Bu Sisi memberikan hadiah yang telah dijanjikan
kepada Titi.
Kiki merasa sedih ketika melihat teman-temannya antusias menjawab.
Sedangkan dirinya tidak tahu sama sekali mengenai jawaban dari pertanyaan Ibu
Sisi. Terlebih ia melihat Titi dapat menjawab pertanyaan dari Ibu Sisi dengan
cepat dan benar.
Saat istirahat, Kiki bertanya kepada Titi, “Titi, kok kamu bisa menjawab
pertanyaan dari Bu Sisi dengan tepat?”
“Oh itu, karena aku suka membaca buku. Jadi, aku tahu jawabannya,” jawab
Titi.
“Oooo, mamangnya kamu dapat buku darimana, Ti?” tanya Kiki dengan penuh
rasa penasaran.
“Aku pinjam buku di perpustakaan, Ki.”
“Kalau begitu maukah kamu mengajak aku ke perpustakaan?” pinta Kiki.
“Baiklah, nanti sepulang sekolah aku akan mengajakmu ke perpustakaan
desa. Disana koleksi bukunya banyak sekali, loh. Kamu bisa meminjamnya. Oiya
kamu harus mendaftar menjadi anggota dulu baru bisa meminjam buku.” Titi
menjelaskan kepada Kiki.
“Oke, apa syarat untuk mendaftarkan diri?” tanya Kiki.
“Kamu hanya perlu mengisi formulir pendaftaran dan membawa foto ukuran 3
x 4.”
“Baiklah. Nanti antarkan aku mencetak foto dulu ya, Ti.”
“Siap.”
Mereka segera masuk ke kelas karena sudah terdengar bel tanda istirahat
berakhir.
***
Sepulang sekolah, Kiki dan Titi pergi ke perpustakaan setelah terlebih
dahulu mencetak foto. Sampai di perpustakaan kiki segera mendaftarkan diri dan
mendapatkan kartu anggota.
“Asyik, akhirnya aku bisa meminjam buku,” sorak Kiki.
“Stt, jangan berisik, Kiki! Yuk langsung pilih buku yang ingin kamu
pinjam!” ajak Titi.
“Opps, sorry. Yuuk!”
Mereka asyik memilih buku untuk dipinjam. Ah, senangnya hati Kiki. Ia
akan mendapat banyak pengetahuan dari buku-buku ini. Kiki berjanji dalam hati,
ia akan rajin membaca.
“Titi, aku berjanji akan rajin membaca.”
“Bagus, Ki.”
“Hehehe, biar bisa mengalahkan kamu,” canda Kiki.
“Kamu tidak boleh mengalahkan, aku!” teriak Titi. Kemudian Titi mengejar
Kiki yang mulai berlari menjauh.
Kulon Progo, Oktober 2017

Comments
Post a Comment