Skip to main content

Gagal Ikut RUPS Telkom

Hai, haloo,

Lama ngga jumpa ya teman-teman.

Maafkan aku ngga sempat menulis karena aku sudah mulai sibuk dengan pekerjaan. Seminggu ini rasanya ngga kelar-kelar pekerjaanku. Tapi tak apa, aku berhasil melalui minggu ini dengan ekstra lembur di hari Sabtu.

Meskipun cukup banyak pekerjaan, aku menyempatkan diriku menghibur diri. Jumat kemarin (19/06) aku dan temanku mencoba mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Telekomunikasi Indonesia. Sebenarnya cukup was-was karena harus menghadiri acara seperti itu di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai investor ritel, sebenarnya tidak banyak jumlah saham yang kupegang. Hanya saja rasanya menyenangkan bisa ikut kegiatan RUPS. Motivasi utamanya ya tentu saja souvenir dan makanannya.

Karena acara ini diadakan ditengah pandemi, tentu saja memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Antrian registrasi yang dibuat berjarak. Kita semua dicek suhunya sebelum registrasi, dan harus cuci tangan terlebih dahulu.

Souvenir yang kita dapatkan pun berupa paket perlindungan diri. Isinya ada hand sanitizer, face shield, dan masker, bonus air minum dan permen.

Sayangnya aku dan temanku tidak dapat masuk ke ruangan RUPS karena pembatasan kapasitas ruangan dan  registrasi lewat dari pukul 14.00.

Aku mendapatkan kesan baik dari penyelenggaraan kegiatan ini. Petugas di sana sangat ramah dan informatif ketika ditanya. Protokol kesehatan yang dilaksanakan juga sangat baik.

Sekian dulu ceritaku. Semoga besok-besok bisa ikutan RUPS lagi. Hehehe. Sampai jumpa…..



Comments

Popular posts from this blog

Hujan Abadi

Hujan! Aku benci hujan! Teramat benci. Saat arakan awan hitam perlahan datang, hatiku mulai menyumpah. Serapah tak pantas kukeluarkan meski hanya dalam hati. Dan tak berselang lama, langit menumpahkan semuanya ke bumi. Aku? Semakin menyumpah. Saat ini, aku tengah terjebak hujan. Membuat perjalananku terhambat. Aku tertahan di sebuah emperan toko. "Kenapa kau begitu benci dengan hujan?" kudengar seseorang berkata. Aku menoleh, kau bertanya padaku , batinku. Dia mengangguk. "Ya, aku bertanya padamu. Dari tadi kudengar kau menggerutu. Kau tahu? Itu sangat mengangguku," ujar laki-laki berwajah tirus itu. Aku jadi heran, bagaimana dia bisa mendengar apa yang kuucapkan dalam hati. Aku menghela napas, "orang lain tidak ada yang terganggu, kau saja yang berlebihan. Lagi pula aku mengucapkannya dalam hati. Salah siapa mencuri dengar kata hati orang lain." Aku berucap dengan ketus. Kulihat orang itu memcoba bersabar. "Suatu saat kau akan membutuhkanku! Ing...

Reviu Set Alat Makan Mungil Nan Murah

Hai Teman teman, Apa kabar? Aduh jangan bosan ya ditanya kabar terus. Hehe. Semoga kita semua dalam kedaan sehat dan baik-baik saja ya.. Beberapa teman bilang bahwa aku penyebar racun belanja. Duh aku hanya tertawa saja saat dibilang begitu. Aku sebenarnya bukan tipe yang sering belanja sih. Dan misal aku belanja pun biasanya memilih barang yang murah. Seperti barang yang akan aku reviu kali ini. Set alat makan yang cukup murah meriah. Bagaimana tidak, dengan membayar kurang dari tiga puluh ribu rupiah kita akan mendapatkan satu set alat makan. Piring, mangkok, gelas, garpu, sendok, dan sumpit. Awal mula sebelum aku memutuskan membeli set alat makan ini adalah, aku hanya punya satu piring, satu gelas, satu sendok, dan dua garpu. Kemudian aku merasa akhir-akhir ini jadi kekurangan tempat karena sering masak. Kemudian aku memutuskan membeli peralatan makan baru. Setelah beberapa waktu mencari, akhirnya aku menemukan alat set makan ini. Berbahan plastik wheat straw. Aku kurang t...

Belajar Cepat dan Menyenangkan

Kegiatan belajar sering dianggap membosankan bagi sebagian orang. Lalu, bagaimana caranya agar belajar menjadi menyenangkan dan mudah untuk menyerap materi yang dipelajari? Asalkan kita tahu caranya, pasti belajar menjadi mudah dan menyenangkan. Mari kita pelajari caranya! Rapikan Penampilan. Kerapian penampilan dan tempat belajar sangatlah penting. Karena penampilan dan tempat yang rapi akan membuat belajar terasa nyaman. Bayangkan saja kalau kita harus belajar di tempat yang berantakan. Pasti otak jadi ikut berantakan dan membuat kita cepat merasa bosan. Salah seorang Bapak Proklamator kita, Mohammad Hatta selalu berpenampilan rapi ketika sedang membaca buku. Bahkan beliau selalu mengenakan sepatu, jas dan lengkap dengan dasinya. Beliau berkata, “Membaca buku sama halnya dengan berhadapan langsung dengan sang profesor.” Nah, bagamana? Tentu lebih asyikkan kalau belajar dengan penampilan yang rapi. Musik. Musik sangat membantu dalam belajar. Mengapa demikian? karena musik...