Skip to main content

Dana Darurat


 

Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah kebiasaan sebagian besar orang. Termasuk kebiasaan dalam mengelola keuangan. Keadaan ini benar-benar menyadarkan pentingnya dana darurat. Mungkin selama ini banyak diantara kita yang sudah mendengar ataupun mengetahui tentang dana darurat. Namun belum menyadari betapa pentingnya mengumpulkan dana darurat. Termasuk aku. Selama ini terkesan menyepelakan dan menunda-nunda mengumpulkan dana darurat.

Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan banyak pengusaha yang merumahkan pegawainya. Ada yang masih digaji utuh, ada yang sisa sebagian gajinya, bahkan ada yang benar-benar diberhentikan. Bagi yang sudah memiliki dana darurat, mungkin aman untuk beberapa waktu kedepan. Bagaimana dengan yang belum sempat mengumpulkan dana darurat. Kelabakan tentunya.

Jangan panik, cobalah menarik napas sebentar dan menjernihkan pikiran. Pikirkan apa yang masih bisa dilakukan.

Tidak banyak yang dapat aku lakukan untuk teman-teman yang terkena imbas PHK dan belum memiliki dana darurat. Aku hanya berdoa semoga teman-teman mendapatkan rizki dari Tuhan Yang Mahakuasa.

Dari kejadian ini aku menyadari betapa pentingnya memiliki dana darurat dan mulai serius untuk mengumpulkannya. Oleh karena itu inilah beberapa hal yang aku lakukan agar dapat segera mengumpulkan dana darurat.

  1. Menghemat pengeluaran untuk makan. WFH membuatku berada di kostan lebih lama dan memutuskan untuk memasak saja. Kebetulan di kost ada dapur umum. Selama ini aku hampir selalu membeli makanan di luar. Dengan perubahan ini cukup membantu mengurangi pengeluaran untuk makan.
  2. Hanya membeli barang yang benar-benar dibutuhkan. Tidak dapat dipungkiri, ketika terlalu banyak berada di rumah membuat kita lebih sering membuka beberapa aplikasi belanja online. Tak apa jika sesekali kita ingin membeli sesuatu. Tapi pastikan benda itu benar-benar dibutuhkan. Jangan sampai tergoda flash sale. Untuk menekan keinginan belanja, biasanya aku memasukkan barang tersebut ke keranjang belanja. Lalu aku diamkan selama seminggu. Jika aku masih menginginkannya maka aku akan membelinya. Jika tidak aku akan menghapusnya dari keranjang.

Sejauh ini baru hal itu yang aku lakukan. Teman-teman bisa juga mencari pekerjaan sampingan agar mendapat penghasilan dari beberapa sumber.

 Karena aku bukan ahli dibidang pengelolaan keuangan aku akan menyarankan teman-teman untuk membaca referensi yang lebih terpercaya. Berikut aku cantumkan beberapa video yang bisa teman-teman tonton untuk lebih mengetahui dana darurat.

  1.    https://www.youtube.com/watch?v=kIGcAPvrNY
  2.   https://www.youtube.com/watch?v=ggCK9jiYZAQ

Sekian dulu dari aku, semoga bermanfaat. Terima kasih sudah mampir.

 


Comments

Popular posts from this blog

Hujan Abadi

Hujan! Aku benci hujan! Teramat benci. Saat arakan awan hitam perlahan datang, hatiku mulai menyumpah. Serapah tak pantas kukeluarkan meski hanya dalam hati. Dan tak berselang lama, langit menumpahkan semuanya ke bumi. Aku? Semakin menyumpah. Saat ini, aku tengah terjebak hujan. Membuat perjalananku terhambat. Aku tertahan di sebuah emperan toko. "Kenapa kau begitu benci dengan hujan?" kudengar seseorang berkata. Aku menoleh, kau bertanya padaku , batinku. Dia mengangguk. "Ya, aku bertanya padamu. Dari tadi kudengar kau menggerutu. Kau tahu? Itu sangat mengangguku," ujar laki-laki berwajah tirus itu. Aku jadi heran, bagaimana dia bisa mendengar apa yang kuucapkan dalam hati. Aku menghela napas, "orang lain tidak ada yang terganggu, kau saja yang berlebihan. Lagi pula aku mengucapkannya dalam hati. Salah siapa mencuri dengar kata hati orang lain." Aku berucap dengan ketus. Kulihat orang itu memcoba bersabar. "Suatu saat kau akan membutuhkanku! Ing...

Reviu Set Alat Makan Mungil Nan Murah

Hai Teman teman, Apa kabar? Aduh jangan bosan ya ditanya kabar terus. Hehe. Semoga kita semua dalam kedaan sehat dan baik-baik saja ya.. Beberapa teman bilang bahwa aku penyebar racun belanja. Duh aku hanya tertawa saja saat dibilang begitu. Aku sebenarnya bukan tipe yang sering belanja sih. Dan misal aku belanja pun biasanya memilih barang yang murah. Seperti barang yang akan aku reviu kali ini. Set alat makan yang cukup murah meriah. Bagaimana tidak, dengan membayar kurang dari tiga puluh ribu rupiah kita akan mendapatkan satu set alat makan. Piring, mangkok, gelas, garpu, sendok, dan sumpit. Awal mula sebelum aku memutuskan membeli set alat makan ini adalah, aku hanya punya satu piring, satu gelas, satu sendok, dan dua garpu. Kemudian aku merasa akhir-akhir ini jadi kekurangan tempat karena sering masak. Kemudian aku memutuskan membeli peralatan makan baru. Setelah beberapa waktu mencari, akhirnya aku menemukan alat set makan ini. Berbahan plastik wheat straw. Aku kurang t...

Belajar Cepat dan Menyenangkan

Kegiatan belajar sering dianggap membosankan bagi sebagian orang. Lalu, bagaimana caranya agar belajar menjadi menyenangkan dan mudah untuk menyerap materi yang dipelajari? Asalkan kita tahu caranya, pasti belajar menjadi mudah dan menyenangkan. Mari kita pelajari caranya! Rapikan Penampilan. Kerapian penampilan dan tempat belajar sangatlah penting. Karena penampilan dan tempat yang rapi akan membuat belajar terasa nyaman. Bayangkan saja kalau kita harus belajar di tempat yang berantakan. Pasti otak jadi ikut berantakan dan membuat kita cepat merasa bosan. Salah seorang Bapak Proklamator kita, Mohammad Hatta selalu berpenampilan rapi ketika sedang membaca buku. Bahkan beliau selalu mengenakan sepatu, jas dan lengkap dengan dasinya. Beliau berkata, “Membaca buku sama halnya dengan berhadapan langsung dengan sang profesor.” Nah, bagamana? Tentu lebih asyikkan kalau belajar dengan penampilan yang rapi. Musik. Musik sangat membantu dalam belajar. Mengapa demikian? karena musik...