Skip to main content

Menjaga Diri agar Tetap Waras


Halo, hai, apa kabar teman-teman? Bagaimana hari ini? Semoga masih sehat dan waras ya, hehe.

Sesuai dengan judul, hari ini aku mau bercerita tentang caraku menjaga diri agar tetap waras di tengah pandemi ini. Jujur saja tidak mudah melalui semua ini di tanah rantau sendirian. Apalagi momen lebaran yang biasanya dihabiskan bersama keluarga, kali ini harus dihadapi tanpa keluarga di sekeliling.

Sebelum pandemi covid-19 menyerang, aku cukup sering pulang ke rumah. Bisa sebulan atau dua bulan sekali, tergantung dengan waktu. Apabila ada libur yang cukup panjang biasanya aku manfaatkan untuk pulang. Tapi dengan adanya pandemi yang mengakibatkan larangan mudik aku sudah hampir lima bulan tidak pulang.

Ada rasa sedih, rindu kampung halaman, rindu keluarga, rindu bertemu teman-teman, ah semua itu bercampur menjadi satu. Karena itu, aku merasa perlu menjaga diri agar tetap waras. Berikut caranya.

  1.     Tetap terhubung dengan orang-orang tersayang. Di zaman modern ini untungnya kita tetap bisa terhubung dengan orang-orang tersayang dengan mudah. Kita bisa melakukan video call dan bertatap muka meski melalui layar ponsel. Tapi kurasa itu yang membuatku cukup terjaga kewarasannya.
  2. Main game. Walaupun aku tidak jago dalam bermain game aku tetap main game. Aku bisa bersenang-senang di dalam permainan meski kadang juga kesal ketika kalah dalam bermain. Oiya game yang aku mainkan adalah Mobile Legends Bang Bang. Tidak ada alasan spesifik kenapa aku memilih game ini. Aku hanya suka aja memainkannya.
  3. Menonton Youtube/Film/Drama Korea. Ada banyak tontonan yang dapat kita lihat di Youtube. Video yang sering aku lihat di Youtube adalah video tentang memasak,mengeloka keuangan, minimalism, komedi, dan beberapa hal lainnya. Kadang aku juga nonton film atau drama Korea. Tergantung mood saja. Hehe.
  4. Memasak. Tidak dapat dipungkiri, memasak menjadi salah satu hal yang membuatku tetap waras. Mengapa? Karena dengan memasak, aku menjadi menyibukkan diri untuk belajar resep dan mempraktikkannya. Sehingga aku tidak punya banyak waktu untuk terlalu memikirkan kampung halaman.

Nah, kurasa sekian dulu cerita aku. Bagaimana dengan kalian? Bagaimana cara kalian menjaga diri agar tetap waras di tengah semua ini? Ceritakan di kolom komentar ya. Buat kalian pejuang ngga pulang kampung seperti aku, semangat ya. Badai pasti berlalu,

Terima kasih. Sampai jumpa…


Comments

Popular posts from this blog

Hujan Abadi

Hujan! Aku benci hujan! Teramat benci. Saat arakan awan hitam perlahan datang, hatiku mulai menyumpah. Serapah tak pantas kukeluarkan meski hanya dalam hati. Dan tak berselang lama, langit menumpahkan semuanya ke bumi. Aku? Semakin menyumpah. Saat ini, aku tengah terjebak hujan. Membuat perjalananku terhambat. Aku tertahan di sebuah emperan toko. "Kenapa kau begitu benci dengan hujan?" kudengar seseorang berkata. Aku menoleh, kau bertanya padaku , batinku. Dia mengangguk. "Ya, aku bertanya padamu. Dari tadi kudengar kau menggerutu. Kau tahu? Itu sangat mengangguku," ujar laki-laki berwajah tirus itu. Aku jadi heran, bagaimana dia bisa mendengar apa yang kuucapkan dalam hati. Aku menghela napas, "orang lain tidak ada yang terganggu, kau saja yang berlebihan. Lagi pula aku mengucapkannya dalam hati. Salah siapa mencuri dengar kata hati orang lain." Aku berucap dengan ketus. Kulihat orang itu memcoba bersabar. "Suatu saat kau akan membutuhkanku! Ing...

Reviu Set Alat Makan Mungil Nan Murah

Hai Teman teman, Apa kabar? Aduh jangan bosan ya ditanya kabar terus. Hehe. Semoga kita semua dalam kedaan sehat dan baik-baik saja ya.. Beberapa teman bilang bahwa aku penyebar racun belanja. Duh aku hanya tertawa saja saat dibilang begitu. Aku sebenarnya bukan tipe yang sering belanja sih. Dan misal aku belanja pun biasanya memilih barang yang murah. Seperti barang yang akan aku reviu kali ini. Set alat makan yang cukup murah meriah. Bagaimana tidak, dengan membayar kurang dari tiga puluh ribu rupiah kita akan mendapatkan satu set alat makan. Piring, mangkok, gelas, garpu, sendok, dan sumpit. Awal mula sebelum aku memutuskan membeli set alat makan ini adalah, aku hanya punya satu piring, satu gelas, satu sendok, dan dua garpu. Kemudian aku merasa akhir-akhir ini jadi kekurangan tempat karena sering masak. Kemudian aku memutuskan membeli peralatan makan baru. Setelah beberapa waktu mencari, akhirnya aku menemukan alat set makan ini. Berbahan plastik wheat straw. Aku kurang t...

Belajar Cepat dan Menyenangkan

Kegiatan belajar sering dianggap membosankan bagi sebagian orang. Lalu, bagaimana caranya agar belajar menjadi menyenangkan dan mudah untuk menyerap materi yang dipelajari? Asalkan kita tahu caranya, pasti belajar menjadi mudah dan menyenangkan. Mari kita pelajari caranya! Rapikan Penampilan. Kerapian penampilan dan tempat belajar sangatlah penting. Karena penampilan dan tempat yang rapi akan membuat belajar terasa nyaman. Bayangkan saja kalau kita harus belajar di tempat yang berantakan. Pasti otak jadi ikut berantakan dan membuat kita cepat merasa bosan. Salah seorang Bapak Proklamator kita, Mohammad Hatta selalu berpenampilan rapi ketika sedang membaca buku. Bahkan beliau selalu mengenakan sepatu, jas dan lengkap dengan dasinya. Beliau berkata, “Membaca buku sama halnya dengan berhadapan langsung dengan sang profesor.” Nah, bagamana? Tentu lebih asyikkan kalau belajar dengan penampilan yang rapi. Musik. Musik sangat membantu dalam belajar. Mengapa demikian? karena musik...