Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Sebuah Asa

Melintas jalan terjal berliku kehidupan fana Berpikir maju, melesat membelah angkasa Tak ingin tertinggal di belakang sana Terus mengejar sebuah asa. Usaha, kerja keras beserta doa Halangan, rintangan, tak menjadikan patah Dukungan, menjadikan jiwa tergugah Agar tubuh ini tak jadi seonggok daging tanpa makna. Sebuah asa, sederhana namun bermakna Asa yang menggantung di depan mata Melambai-lambai ingin segera terraih Teraih oleh tangan lemahku. 3 Desember 2014

Puisi 17 November 2014

Ingin rasanya mengukir cerita cerita tentang kita tentang cinta cinta berjuta asa asa bersama bersama nyanyian syahdu syahdu mebelah kalbu Ingin rasanya menuliskan kisah kisah tentang kita tentang hati yang gelisah gelisah menantikan masa masa kita tak kan terpisah terpisah ruang dan kasta kasta kita yang tak kan berubah tak kan berubah meski karana cinta Ukiran cinta, tulisan kisah akankah menjadi nyata ataukah, menjadi seonggok jaring laba-laba?

Puisi "Tentang"

Tentang mimpi, yang mengusik relung kalbu Tentang mimpi, yang meracuni pikiranku Tentang mimpi, yang menemani malam-malamku Tentang mimpi, yang tak pernah bisu Tentang aku, yang dihantui mimpi Tentang aku, yang selalu menyendiri Tentang aku, yang tak pernah mengerti Tentang aku, yang tak sanggup memahami Tentang kamu, yang kurindu Tentang kamu, yang kutunggu Tentang kamu, yang kelabu Tentang kamu, yang tersapu

Pahlawan

Seharusnya tulisan ini diikutsertakan dalam lomba karya tulis tentang pahlawan. Tapi karena terkendala beberapa hal, tidak jadi saya ikut sertakan. Jadi saya posting di blog. :-) Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata pahlawan? Perang, seorang ibu atau seorang guru?  Makna dari kata pahlawan sendiri adalah orang yang  menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Jadi, banyak orang yang bisa kita sebut sebagai pahlawan.             Bagi saya, banyak orang yang telah menjadi pahlawan untuk saya. Siapa sajakah mereka? Yang pertama, tentu saja orang tua saya. Mereka adalah pahlawan bagi saya. Pahlawan yang telah menjadikan saya ada di dunia ini. Tanpa meraka mana mungkin saya ada? Mereka juga menjadi guru pertama saya, mengajarkan kepada saya tentang kehidupan. Mengajarkan kepada saya untuk mengenali dunia ini. mengajari saya untuk mengenal tuhan yang telah menciptakan saya, ora...

Cerpen Pertamaku

Ini adalah cerpen pertama saya. Cerpen untuk tugas pelajaran Bahasa Indonesia ketika saya duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah.  :-) KAKAKKU SAYANG             Siang hari yang terik, aku duduk di teras. Seperti biasa, aku menunggu kakakku, Kak Raisa. Jam-jam segini biasanya Kak Raisa sudah pulang. Saat kakak pergi aku selalu merindukannya, entah mengapa demikian. Padahal kakakku hanya pergi ke sekolah. Lima belas menit kemudian, ku lihat Kak Raisa datang. Kemudain ku ikuti Kak Raisa masuk rumah.             “Kakak makan dulu ya! Pasti kakak lapar, kan? Tadi Rere sudah buatin nasi goreng kesukaan kakak.”             “Iya adikku sayang, kakak ganti baju dulu ya. Lalu nanti kita makan siang bareng” Jawab Raisa.             “Iya kak.” Jawabku patuh ...

Menggurat Kerinduan

Hai, teman. ini dia puisi picisan saya. :-) Menggurat Kerinduan Menggurat kerinduan, di dalam bingkai malam Bersama kesendirian dan kepedihan Menggemggam asa dan berpegang pada janji yang rapuh Menanti masa yang akan tiba Saat kau jauh, kerinduan ini mulai berlabuh Berlabuh di puing-puing dermaga kehidupanku Mengakar di dalam hati Menanamkan pemahaman-pemahaman baru “Terpisah itu menyakitkan, namun tak selamanya kebersamaan itu indah.” Guratan-guratan rindu ini, Akankah terobati? Atau, hanya akan membentur tembok-tembok mati.

Curahan Hati 3

            Dulu, saya sering merasa tertekan dengan kehidupan saya. Kenapa? Karena saya merasa saya berbeda dengan orang lain. Saya sering kebingungan hendak membicarakan apa saat bertemu teman atau orang lain. Saya lebih banyak diam daripada mengikuti pembicaraan yang ada. Tapi, sebenarnya saya ingin ikut pembicaraan mereka. Ingin seperti mereka.             Jujur, dalam diam saya  merasa tertekan. Saya merasa saya dikucilkan, tidak dianggap ada dan saya merasa mereka tidak memperhatikan saya. Semua itu membuat saya enggan untuk berkumpul dengan teman-teman. Saya lebih suka berdiam diri di rumah. Menghabiskan waktu dengan membaca buku atau kegiatan lainnya yang bisa saya lakukan di rumah. Sampai suatu saat, saya membaca sebuah buku tentang fotografi. Tapi saya lupa judul dan penulisnya. Di dalam buku tersebut terdapat dua kata yang memancing keingintahuan saya, yaitu ekstrovert dan introv...

Curahan Hati 2

            Kali ini saya akan memposting catatan kecil saya.             Beberapa hari yang lalu, saat jadwal class visit, wali kelas saya mengunjungi kelas saya. Lalu, beliau meminta saya dan teman-teman untuk menuliskan tentang kelebihan dan kelemahan diri kami masing-masing. Dan inilah yang dapat saya tuliskan kemudian saya posting di blog saya ini. o     Minat dan Bakat         : Saya berminat menjadi penulis dan saya rasa saya memiliki sedikit bakat dalam bidang kepenulisan. o    Cita-cita                      : Saya ingin menjadi seorang akuntan sekaligus penulis, seperti Darwis Tere Liye. o    Kepribadian                : Introvert o ...

Curahan Hati 1

            Dalam postingan kali ini, saya akan mengeluarkan beberapa hal yang berkecamuk di dalam otak saya. Hal pertama yang sering muncul di benak saya adalah mengapa ada orang yang pelit, saya rasa bukan pelit sebenarnya. Hanya saja mereka enggan untuk berbagi. Berbagi apa? Contoh kecilnya berbagi ilmu pengetahuan. Sebagai seorang pelajar, saya sering menemui orang- orang yang enggan untuk berbagi ilmu pengetahuan dengan saya. Jika saya tanyakan beberapa hal yang saya kurang tahu, mereka seperti enggan untuk menjawab. Padahal saya tahu bahwa mereka sudah tahu tentang hal yang saya tanyakan. Bukan hanya enggan menjawab. Terkadang pertanyaan saya seperti membentur tembok mati alias tanpa menemui jawaban. Mereka hanya menjawab “Tidak tahu.”             Menurut saya, hal seperti ini sebaiknya dihilangkan dari pribadi masing-masing. Sehingga kita bisa saling membantu dalam ilmu pengetahuan. Bukan...

SANG RAJA DAN MIMPINYA

            Pada zaman dahulu, berdirilah sebuah kerajaan besar. Kerajaan itu mempunyai tanah yang subur. Berbagai macam tanaman  dapat tumbuh di tanah kerajaan itu. Air mengalir sebening embun. Sungai-sungai yang tidak pernah kering sepanjang tahun dan selalu di penuhi ikan-ikan gemuk. Rakyat hidup berbahagia dengan sawah dan ladang yang selalu memberikan hasil panen melimpah, serta hewan-hewan ternak yang sehat dan gemuk.             Kerajaan ini dipimpin seorng raja yang bernama Raja Tribakaya. Sang raja memimpin dengan adil dan bijaksana. Sang raja memiliki kegemaran makan daging kelinci. Tentu saja bukan daging kelinci mentah, melainkan daging kelinci yang sudah dimasak,             Setiap hari, dayang-dayang kerajaan memasak daging kelinci. Berbagai macam olahan daging kelinci telah mereka masak. Seperti ...

[BUKAN] MATA BIASA

                                               Kata orang, datangnya cinta itu dari mata turun ke hati. Dan menurutku itu benar adanya. Setidaknya itulah yang terjadi padaku. Matanyalah yang membuatku jatuh cinta. Bola matanya yang bulat dengan iris yang berwarna coklat terang membingkai sempurna pupil mungilnya. Bulu matanya yang lentik dan tatapan matanya yang tajam namun sarat dengan kelembutan. Semua itu membuatku jatuh cinta sekaligus iri. Iri karena mataku tak seindah matanya.  “Aku suka matamu.” Kataku terus terang. “Dan aku suka apa yang aku lihat darimu dengan mataku.” Jawabnya penuh misteri. Maksudnya? Aku tak mengerti apa maksud dari ucapannya tadi. Dan dia tak mau repot-repot memberitahuku.             Aku suka matanya. Teramat suka. Dan kau tahu, ternyata ia tak pernah menyukai matanya....